Upaya Menjaga Identitas Budaya melalui Bahasa Indonesia di Era Globalisasi

Oleh: Dedek Wiradi

[Mahasiswa Magister Kajian Sastra dan Budaya FIB Unair, Ketua BEM FBS UNP 2023-2024, Koordinator Pusat ILMIBSI 2024-2025]

Sebagai bangsa yang kaya akan budaya, Indonesia lahir dengan beragam jenis bahasa, mulai dari bahasa melayu, bahasa daerah dan bahasa asing. Dari tiga komponen itu, terciptalah bahasa Indonesia yang dipakai oleh bangsa saat ini. Tentu hal ini menjadi tugas besar bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga identitas budaya melalui bahasa indonesia di tengah gempuran era globaliasi saat ini.

Sebuah tulisan dalam jurnal Ilmiah Multi Disiplin berjudul “Peran Bahasa Indonesia dalam Menghadapi Gelombang Globalisasi: Memperkuat Identitas Budaya Interaksi Global” yang ditulis oleh Ainun Rafiqa, dkk (2024) menyebutkan bahwa bahasa Indonesia sebagai identitas nasional, memiliki peran penting dalam membangun interaksi yang kuat dan berbudaya di tengah arus global. Selain itu, di tengah homogenisasi budaya akibat globalisasi, bahasa Indonesia berperan vital sebagai penjaga identitas nasional.

Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan mobilitas manusia dalam era globalisasi, pengaruh bahasa asing terhadap bahasa Indonesia malah  menjadi suatu fenomena yang tidak dapat dihindari. Sebagaimana menurut Desi Karolina Saragih (2022) dalam artikelnya yang berjudul “Dampak Perkembangan Bahasa Asing terhadap Bahasa Indonesia di Era Globalisasi” menyebutkan bahwa era globalisasi yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi telah membuat bahasa asing, terutama bahasa Inggris, merajalela di Indonesia, sehingga bahasa Indonesia mulai tersisihkan karena perbedaan kaidah dan aksara yang membuatnya kalah bersaing dalam penggunaan sehari-hari. Fenomena ini tidak hanya membuka peluang pengayaan kosakata, tetapi juga menimbulkan ancaman eksistensi bahasa nasional akibat preferensi masyarakat terhadap bahasa internasional dalam komunikasi digital dan profesional. Oleh karena itu, upaya sadar akan minimisasi penggunaan berlebih diperlukan untuk menjaga perkembangan bahasa Indonesia agar tetap relevan di masa depan.

Dalam tulisan ini, penulis menyajikan beberapa dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan bahasa asing terhadap bahasa Indonesia dan bagaimana kita sebagai masyarakat Indonesia dapat menjaga identitas budaya kita melalui penggunaan bahasa Indonesia dengan bijak. Perkembangan bahasa Indonesia dan pengaruh bahasa asing ialah pengaruh bahasa asing telah memperkaya kosakata dalam bahasa Indonesia. Kata-kata baru dari bahasa asing, terutama bahasa Inggris, telah diadopsi dan digunakan dalam konteks sehari-hari. Hal ini memberikan kesempatan bagi pengguna bahasa Indonesia untuk mengekspresikan gagasan dan konsep yang sebelumnya mungkin tidak ada padanya.

Ditinjau dari adaptasi budaya, melalui penggunaan bahasa asing, terutama melalui media sosial dan film, kita dapat mengenal dan memahami budaya lain dengan lebih baik. Penggunaan istilah dan frasa bahasa asing dapat menjadi jendela bagi kita untuk mempelajari keunikan dan perbedaan budaya di seluruh dunia.            Pada komunikasi global dan dalam era globalisasi, bahasa asing, terutama bahasa Inggris, menjadi bahasa komunikasi global yang penting. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing memungkinkan kita untuk terhubung dengan orang-orang dari berbagai negara dan budaya, memperluas wawasan kita, dan membuka peluang baru dalam dunia kerja.

Namun di samping itu semua, ada beberapa tantangan dalam penggunaan bahasa asing yaitu: Pertama, hilangnya identitas budaya. Penggunaan bahasa asing yang berlebihan dapat mengancam identitas budaya kita. Jika bahasa Indonesia hanya digunakan secara terbatas atau diabaikan, kita dapat kehilangan pemahaman dan penghargaan terhadap warisan budaya kita sendiri. Kedua, kesenjangan komunikasi. Meskipun bahasa asing penting dalam komunikasi global, kesenjangan bahasa dapat terjadi jika tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan pelatihan dalam bahasa asing. Hal ini dapat mengakibatkan ketidaksetaraan dan kesulitan dalam berpartisipasi dalam komunitas global. Ketiga, pengaruh media massa. media massa, seperti film, musik, dan televisi, sering kali menggunakan bahasa asing dalam produksi mereka. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan budaya lokal tersisihkan dan mengarah pada dominasi budaya asing yang merusak keanekaragaman budaya.

Ketika ada beberapa tantangan dalam penggunaan bahasa asing, ada pula beberapa upaya yang harus kita lakukan di antaranya adalah mempertahankan bahasa Indonesia dan identitas budaya. Memperkuat pendidikan bahasa dapat memberikan perhatian yang lebih besar pada pengajaran dan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah adalah langkah penting. Menyediakan kurikulum yang memadai, buku teks berkualitas, dan program pelatihan yang baik untuk guru bahasa Indonesia akan membantu mempertahankan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik pada generasi muda.

Penggunaan bahasa indonesia dalam komunikasi sehari-hari juga perlu ditekankan. Penting untuk mendorong penggunaan bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari, baik itu dalam keluarga, komunitas, maupun lingkungan kerja. Dalam situasi informal, mengajak anggota keluarga, teman, dan rekan kerja untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya mempertahankan bahasa tersebut.

Selain menggunakan bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari, masyarakat indonesia juga perlu mempromosikan sastra dan karya budaya Indonesia. Meningkatkan apresiasi terhadap sastra dan karya budaya Indonesia adalah cara lain untuk mempertahankan bahasa Indonesia dan identitas budaya. Mendukung penerbitan dan promosi buku-buku, puisi, cerita pendek, dan karya seni Indonesia dapat membantu memperkuat keberadaan Bahasa Indonesia dalam dunia sastra dan seni.

Sebagai masyarakat Indonesia kita harus menghargai keanekaragaman bahasa daerah. Selain mempertahankan bahasa Indonesia, juga penting untuk menghargai dan memperkuat bahasa daerah. Bahasa daerah adalah bagian penting dari identitas budaya kita. Mempromosikan penggunaan dan pemeliharaan bahasa daerah melalui pendidikan, kegiatan budaya, dan penelitian akan membantu mempertahankan kekayaan linguistik dan keanekaragaman budaya Indonesia.

Tidak lupa pula untuk melibatkan komunitas dan organisasi budaya. Bergabung dengan komunitas dan organisasi yang peduli dengan pelestarian bahasa Indonesia dan budaya Indonesia adalah cara yang efektif untuk menjaga dan memperkuat identitas budaya kita. Dalam kelompok ini, kita dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan upaya untuk melindungi dan mengembangkan Bahasa Indonesia. Selain itu, penggunaan media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan bahasa Indonesia dan identitas budaya kita. Mendorong penggunaan bahasa Indonesia dalam posting, percakapan, dan konten online akan membantu memperkuat keberadaannya dan menginspirasi orang lain untuk melakukannya juga.

Upaya yang terakhir yaitu memperkaya bahasa Indonesia dengan terminologi asli. Dalam perkembangan zaman dan teknologi, banyak istilah dan kata baru yang berasal dari bahasa asing. Namun, kita juga dapat berperan dalam memperkaya bahasa Indonesia dengan menciptakan terminologi baru yang sesuai dengan budaya dan konteks kita sendiri. Ini akan membantu mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang hidup dan relevan.Sebagaimana menurut Nabila F Salma, dkk (2024) dalam artikelnya yang berjudul “Penggunaan Kata Serapan dalam Konteks Teknologi Pangan: Tinjauan Atas Laporan Angkatan 2023” menyebutkan bahwa pembentukan istilah baru melalui komposisi dan singkatan dari kata-kata asli memungkinkan bahasa Indonesia tetap hidup dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, di tengah banyaknya serapan kata asing akibat kemajuan zaman, masyarakat dapat berperan aktif menciptakan terminologi kontekstual yang sesuai budaya lokal untuk memperkaya kosa kata dan menjaga relevansi bahasa nasional.​

Maka dari itu, sebagai bangsa yang kaya akan budaya yang lahir dari perpaduan bahasa Melayu, daerah, dan asing, kita bertanggung jawab menjaga bahasa Indonesia sebagai jantung identitas nasional di tengah globalisasi. Pengaruh bahasa asing yang tidakk terhindarkan ini saya pikir mampu membawa pengayaan kosakata dan komunikasi global, namun menimbulkan tantangan seperti hilangnya warisan lokal. Upaya kunci meliputi penguatan pendidikan, penggunaan sehari-hari, promosi sastra, penghargaan bahasa daerah, keterlibatan komunitas, konten media sosial, serta penciptaan terminologi asli agar bahasa ini tetap hidup dan relevan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *